Berita UtamaNews

Kunjungi Tanggul NCICD Kalibaru, AHY : Punya Potensi Ekonomi Baru untuk Masyarakat

×

Kunjungi Tanggul NCICD Kalibaru, AHY : Punya Potensi Ekonomi Baru untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
AHY
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY, melakukan peninjauan area Tanggul NCICD di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. (IG@agusyudhoyono)

KITAINDONESIASATU.COM – Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan peninjauan terhadap area Tanggul NCICD di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Dalam kunjungannya, AHY menyoroti pentingnya tanggul tersebut tidak hanya sebagai penahan rob, tetapi juga sebagai pemicu potensi ekonomi baru bagi lebih dari 1.600 kepala keluarga (KK) yang tinggal di sekitarnya.

“Tanggul ini, yang kini dilengkapi dengan Plaza Kalibaru sebagai ruang terbuka, telah menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain fungsinya untuk mengurangi risiko banjir rob, area ini juga mulai memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujar AHY sebagaimana dikutip Selasa 5 November 2024.

Ia mengungkapkan bahwa meskipun area ini telah berkembang dengan penataan ruang terbuka, nuansa budaya pesisir tetap terjaga. Terbukti, masih banyak kapal-kapal nelayan kecil dengan kapasitas 5 GT yang berlabuh di sepanjang tanggul.

Ini menunjukkan bahwa masyarakat pesisir di utara Jakarta, meski hidup di bawah ancaman bencana alam, tetap bertahan dengan tradisi mereka.

“Masyarakat pesisir Jakarta Utara memang sering dihadapkan pada ancaman bencana, terutama banjir rob. Salah satu solusi yang kita tawarkan adalah tanggul ini,” lanjut AHY.

Tanggul pantai NCICD, dengan ketinggian 4,8 meter dari permukaan laut, berfungsi untuk menahan air pasang dan mengurangi dampak banjir yang sering melanda pemukiman nelayan di kawasan tersebut.

Selain berfungsi untuk menahan banjir, tanggul ini juga dirancang untuk mengantisipasi penurunan permukaan tanah yang semakin parah. “Setiap tahun, permukaan tanah di beberapa tempat di Jakarta Utara bisa turun hingga 10 cm. Tanpa langkah-langkah antisipasi, ini akan sangat berbahaya,” tambah AHY.

Peninjauan AHY juga bertujuan untuk memastikan tanggul dan kolam retensi tetap berfungsi dengan baik, terutama menjelang musim hujan yang dapat meningkatkan risiko banjir. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memastikan infrastruktur berfungsi maksimal, sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *