Berita Utama

Kopi Bikin Melek, Tapi Bisa Bikin Sakit? Ini Batas Aman Kafein Menurut Ahli IPB 

×

Kopi Bikin Melek, Tapi Bisa Bikin Sakit? Ini Batas Aman Kafein Menurut Ahli IPB 

Sebarkan artikel ini
kopi2
Ilustrasi minum kopib - Ahli IPB University mengimbau masyarakat membatasi konsumsi kafein agar tubuh tetap sehat dan bugar. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM– Bagi sebagian orang, aroma kopi di pagi hari bukan sekadar penanda waktu, melainkan “alarm alami” yang membangkitkan semangat sebelum menjalani rutinitas. Namun, di balik kenikmatan menyeruput secangkir kopi, tersimpan pertanyaan penting yang kerap terabaikan: seberapa banyak sebenarnya kafein yang aman dikonsumsi setiap hari tanpa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan?

Kafein dikenal sebagai zat stimulan alami yang terkandung dalam kopi, teh, cokelat, hingga minuman berenergi. Zat ini memang mampu meningkatkan konsentrasi, fokus, serta memperbaiki suasana hati. Tetapi, di sisi lain, konsumsi berlebihan justru dapat berbalik menjadi “musuh dalam cangkir”  memicu tekanan darah tinggi dan gangguan tidur.

Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof Hardinsyah, menegaskan bahwa batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah sekitar 300–400 miligram per hari, atau setara dua hingga tiga gelas kopi, tergantung ukuran gelasnya.

“Kafein merupakan komponen kimia dalam bahan makanan yang memiliki manfaat, tetapi juga perlu dikonsumsi dengan bijak,” ujar Prof Hardinsyah dalam IPB Podcast yang tayang di kanal YouTube IPB TV, Rabu, 12 November 2025.

Menurutnya, kafein memiliki karakteristik yang dapat meningkatkan tekanan darah, menjaga tubuh tetap terjaga, dan bahkan berperan sebagai antioksidan penangkal radikal bebas. Namun, efeknya bisa berbeda-beda tergantung sensitivitas tubuh masing-masing individu.

Baca Juga  Pramono Ngaku Kepincut oleh Kopi Buatan Istri Anies Baswedan

“Bagi orang yang sensitif, satu gelas kopi saja sudah bisa menyebabkan tekanan darah meningkat dan sulit tidur. Tetapi bagi yang tidak sensitif, dua sampai tiga gelas biasanya tidak masalah,” jelas Prof Hardinsyah yang juga Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University ini. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *