Berita Utama

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga BBM Subsidi RI Terancam Naik?

×

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga BBM Subsidi RI Terancam Naik?

Sebarkan artikel ini
BBM langka
Ilustrasi pengisian bahan bakar / Unsplash / Engin akyurt

KITAINDONESIASATU.COM – Eskalasi konflik bersenjata antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang mengguncang Teheran pada akhir pekan ini mulai memberikan tekanan serius pada ketahanan energi nasional. Lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini mendekati level $80–$100 per barel memicu kekhawatiran akan penyesuaian harga BBM bersubsidi di dalam negeri.

Menteri Keuangan, Purbaya, Sabtu 7 Maret 2926m mengungkapkan bahwa pemerintah tengah melakukan penghitungan cermat terhadap beban subsidi APBN 2026. Mengingat asumsi makro harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan sebesar $70 per barel, selisih harga yang semakin lebar berpotensi membuat anggaran subsidi “jebol”.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini harga Pertalite dan Solar masih diupayakan tetap stabil, terutama menjelang momentum mudik Lebaran.

Menurut Purbaya, hasil perhitungan Kementerian Keuangan menunjukkan defisit APBN bisa mencapai 3,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) bila harga minyak bertahan pada level US$ 92 per barel sepanjang tahun dan tidak ada intervensi dari pemerintah.

Di sisi lain ekonom memperingatkan jika ketegangan di Selat Hormuz terus berlanjut, gangguan pasokan minyak global bisa mendongkrak harga minyak hingga $120 per barel. Kondisi ini dinilai sebagai “kombinasi mematikan” bagi daya beli masyarakat karena berpotensi memicu inflasi pangan dan transportasi secara bersamaan.

Baca Juga  Profil Dwi Hartono, Terduga Otak Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih

Pemerintah kini menyiapkan langkah antisipatif, termasuk diversifikasi pasokan minyak mentah dari luar Timur Tengah guna menjaga stok nasional tetap aman di tengah ketidakpastian geopolitik global.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *