Berita Utama

5 Fakta KMP Virgo Transport 8 yang Terbalik di Laut Jawa, 243 Orang di Dalam Kapal

×

5 Fakta KMP Virgo Transport 8 yang Terbalik di Laut Jawa, 243 Orang di Dalam Kapal

Sebarkan artikel ini
KMP Virgo Transport 8. (Ist)
KMP Virgo Transport 8. (Dok. Basarnas)

Upaya perubahan haluan sempat dilakukan untuk menghadapi kondisi gelombang. Namun, gelombang berikutnya membuat posisi kapal semakin miring.

Proses tersebut berlangsung sangat cepat, diperkirakan hanya sekitar 10 hingga 15 menit, hingga akhirnya kapal berada dalam kondisi terbalik.

Sekitar pukul 02.00 WITA, komunikasi dengan kapal dilaporkan terputus. Kantor SAR Banjarmasin kemudian menerima laporan kondisi darurat dari pihak operator sekitar pukul 04.10 WITA.

Pemantauan udara Basarnas selanjutnya menemukan KMP Virgo Transport 8 dalam posisi terbalik di tengah laut.

  1. Korban Dievakuasi, Enam Orang Dinyatakan Meninggal

Operasi pencarian melibatkan sejumlah armada, termasuk kapal niaga KM Hai Da, MT Mauhaw, TB TCP, KN Kunyit, lima KRI TNI AL, pesawat, helikopter SAR serta tim penyelam Basarnas.

Berdasarkan pembaruan data yang disampaikan Kementerian Perhubungan pada Senin (14/9/2026) pukul 10.30 WIB, sebanyak 113 orang telah ditemukan, dengan rincian 107 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.

Sementara itu, proses pencarian korban lainnya masih dilakukan.

Korban meninggal dunia yang tiba di Banjarmasin selanjutnya diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan untuk proses identifikasi.

Korban selamat yang membutuhkan penanganan medis langsung dibawa ke fasilitas kesehatan. Sementara korban dengan kondisi stabil ditangani bersama pihak operator pelayaran.

Posko tanggap darurat juga didirikan di Terminal Penumpang Bandarmasih, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sebagai pusat koordinasi bagi keluarga korban.

  1. Kesaksian Penumpang Ungkap Evakuasi Berlangsung Cepat

Salah satu penumpang yang berhasil selamat, Ahmad Saudi, menceritakan bahwa dirinya sedang tidur di sofa ketika mendengar orang berlari dan memberi tahu bahwa kapal dalam kondisi miring.

Situasi kemudian berubah dalam waktu singkat. Kemiringan kapal membuat kendaraan yang berada di geladak ikut bergeser sehingga penumpang harus mencari tempat untuk menyelamatkan diri.

Ahmad bertahan dengan berpegangan pada bagian kapal sebelum akhirnya keluar dan menunggu perahu karet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *