Berita UtamaKesehatan

Kenapa Kurma Dianjurkan Saat Berbuka Puasa? Guru Besar IPB Buka Penjelasannya

×

Kenapa Kurma Dianjurkan Saat Berbuka Puasa? Guru Besar IPB Buka Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260223 181420
Kurma dan pepaya mengandung fruktosa alami yang membantu pemulihan energi tubuh serta menjaga kadar gula darah tetap stabil saat berbuka puasa. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Saat tubuh menahan lapar dan haus sepanjang puasa, otak tetap membutuhkan suplai energi yang stabil agar aktivitas harian tidak terganggu. Karena itu, pemilihan menu berbuka puasa menjadi momen krusial untuk mengembalikan energi tubuh secara cepat namun tetap aman bagi kesehatan.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Katrin Roosita, menjelaskan bahwa selama berpuasa tubuh mengalami keterbatasan asupan energi, terutama glukosa yang merupakan sumber utama energi bagi otak.

Ketika cadangan glikogen di hati menipis, tubuh akan beralih menggunakan asam lemak sebagai sumber energi alternatif.

“Proses inilah yang menghasilkan keton, yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai energi alternatif,” tuturnya.

Baca Juga  Titik Layanan SIM Keliling di Jakarta

Oleh karena itu, menurut Prof Katrin, saat berbuka puasa dianjurkan untuk segera mengisi kembali cadangan energi dengan sumber karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa.

Kedua jenis gula alami tersebut banyak ditemukan dalam buah-buahan. Salah satu yang paling dianjurkan adalah kurma, yang memiliki kandungan fruktosa tinggi dan telah dianjurkan oleh Rasulullah Saw untuk dikonsumsi saat berbuka.

Ia menambahkan bahwa fruktosa memiliki keunggulan dibandingkan glukosa yang berasal dari gula tebu atau tepung.

“Keunggulan fruktosa adalah tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis, sehingga lebih aman, terutama bagi penderita diabetes,” ujarnya.

Baca Juga  Saat Masa Tenang, Warga Tangkap Dua Orang Pemasang Stiker Black Campaign Pilwalkot Bekasi 

Selain itu, Prof Katrin merekomendasikan buah dengan kadar air tinggi seperti semangka, melon, dan pepaya. Buah-buahan tersebut tidak hanya mengandung fruktosa, tetapi juga kaya akan air, vitamin, dan mineral yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa.

“Pepaya, misalnya, mengandung beta-karoten sebagai provitamin A yang bermanfaat bagi tubuh,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa tidak semua buah cocok dikonsumsi saat perut kosong. Jeruk nipis sebaiknya dihindari karena tingkat keasamannya yang tinggi dapat mengganggu lambung.

Durian juga perlu dibatasi karena kandungan gulanya yang tinggi berpotensi memicu lonjakan glukosa darah. Sementara itu, nangka memiliki serat yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan perut kembung, serta salak perlu dikonsumsi dengan bijak dengan tetap mempertahankan lapisan putih kulit arinya.

Baca Juga  Waspada Cuaca Ekstrem di Sebagian Wilayah Indonesia, Rabu 1 April

Prof Katrin juga menyarankan konsumsi buah sebanyak dua hingga tiga porsi per hari atau setara 100–150 gram. Pola konsumsi tersebut dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan glukosa, fruktosa, serat, vitamin, dan mineral tubuh selama Ramadan.

Ia menegaskan, meskipun waktu makan selama Ramadan lebih singkat dibanding hari biasa, asupan gizi tetap harus diperhatikan. “Agar tubuh tetap sehat dan bugar sepanjang ibadah puasa,” tuturnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *