Berita UtamaNews

Kemenag Punya Tanah di Jeddah, Panja Haji 2025 Usul untuk Rumah Sakit Indonesia

×

Kemenag Punya Tanah di Jeddah, Panja Haji 2025 Usul untuk Rumah Sakit Indonesia

Sebarkan artikel ini
FotoJet 34
Jemaah haji Indonesia

KITAINDONESIASATU.COM – Panitia Kerja (Panja) Biaya Haji 2025 mengungkapkan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) memiliki sebidang tanah di Jeddah, Arab Saudi.
Menanggapi hal ini, Ketua Panja Abdul Wachid mengusulkan agar tanah tersebut dimanfaatkan untuk membangun rumah sakit khusus bagi jemaah haji asal Indonesia.

“Saya mendengar informasi bahwa Kemenag memiliki tanah di Jeddah. Tanah itu sebaiknya dijual saja, lalu hasilnya digunakan untuk membeli lahan lain di sana dan membangun rumah sakit,” ujar Wachid dalam rapat Panja Biaya Haji bersama Kemenag, Kementerian Kesehatan, dan Badan Penyelenggara Haji (BPH), seperti ditulis Parlementaria pada Minggu, 5 Januari 2025.

Selain itu, Wachid menyarankan agar pembangunan rumah sakit tersebut didukung dana nilai manfaat yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Menurutnya, keberadaan rumah sakit Indonesia di Arab Saudi sangat penting karena jemaah haji kerap merasa kurang nyaman saat dirawat di rumah sakit setempat.

“Kalau membeli tanah sulit, bisa juga dengan sistem kontrak jangka panjang untuk membangun fasilitas tersebut. Kita bisa menggunakan dana nilai manfaat BPKH secara bertahap setiap tahun, sambil menyiapkan anggaran tambahan melalui Kemenkes. Ini penting untuk mendukung kebutuhan umrah dan haji,” jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Baca Juga  Pramono Belum Pastikan UMP DKI Rp6 Juta!

Wachid menambahkan, salah satu alasan utama membangun rumah sakit Indonesia adalah kendala komunikasi yang dialami jemaah saat berinteraksi dengan tenaga medis di rumah sakit Arab Saudi.

“Pelayanan di rumah sakit bukan hanya soal obat atau fasilitas, tetapi juga komunikasi. Banyak jemaah yang merasa enggan dirawat karena kendala bahasa, seperti menggunakan ‘bahasa Tarzan.’ Jika kita memiliki rumah sakit sendiri dengan tenaga medis dan perawat dari Indonesia, jemaah akan merasa lebih nyaman,” ungkapnya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *