Nasaruddin menjelaskan bahwa ke depannya, pihaknya akan tetap melakukan penyisiran terhadap biaya haji. Dia menyebut, semua biaya yang tidak perlu akan digunting oleh pemerintah.
Menurut dia, secara logika, sebenarnya biaya Haji 2025 naik karena anggaran belanja di Arab Saudi diprediksi naik. Selain itu, kurs dollar yang sedang menguat.
“Obsesi kami sebagai pemerintah adalah ada dua, pengabdian dan pelayanan. Jadi kami melakukan pengabdian dan pelayanan terhadap jemaah bukan pendekatannya bisnis,” tandsa Nasaruddin.
Salah seorang calon Jemaah haji, Ny. Fenty mengaku gembira dengan kesepakatan biaya haji tahun 2025 sebesar Rp 55,4 juta.
“Terima kasih kami ucapkan pada Presiden Prabowo. Beliau sangat perhatian kepada Jemaah haji Indonesia,” katanya kepada kitaindonesiasatu.com, Senin (6/1/2025) malam. (*)


