Sebanyak 17 orang meninggal dalam kejadian tersebut. Laporan rumah sakit dan media Kenya juga menyebut sejumlah korban selamat sempat mendapat perawatan setelah kecelakaan.
Hendak Mengikuti Hari Doa Nasional
Para korban sebenarnya sedang menjalani perjalanan keagamaan. Mereka berangkat menuju National Shrine di Subukia untuk mengikuti National Prayer Day yang berlangsung pada Sabtu.
Kabar duka tersebut disampaikan pihak Keuskupan Agung Mombasa. Umat Katolik setempat kemudian diminta mendoakan para korban serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Presiden Kenya William Ruto turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, teman, umat paroki, dan komunitas Katolik yang kehilangan anggota keluarga dalam kecelakaan beruntun tersebut. Ia juga mendoakan agar korban luka segera pulih.
Lokasi Kecelakaan Dikenal Rawan
Tragedi tersebut kembali menyoroti kondisi keselamatan di ruas jalan Nairobi-Mombasa. Otoritas Transportasi dan Keselamatan Nasional Kenya atau NTSA menyatakan lokasi kecelakaan merupakan salah satu titik rawan kecelakaan atau black spot.





