Berita UtamaOpini Kita

Kebangkitan Peradaban Sunda di Balik Budak Angon dan Budak Janggotan 

×

Kebangkitan Peradaban Sunda di Balik Budak Angon dan Budak Janggotan 

Sebarkan artikel ini
Rohidin
Sultan Patrakusumah VIII , Trust Of Guarantee Phoenix Ina 18, dan Pegiat Cagar Budaya. (Ist)

Sang Nalendra. Itulah tokoh sentral dalam narasi n. Nalendra memiliki peranan sangat penting. Ia dikenal sebagai manusia pinunjul pada zamannya.

Selain memiliki pandangan yang luas, taat pada ajaran budi pekerti, ia pun senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Penguasa Alam. Setiap petuah atau wangsit yang disampaikan berasal dari hasil semedi untuk memohon petunjuk dari Sang Hyang Widhi, termasuk mengenai gambaran masa depan Pajajaran. 

Sang Nalendra memberikan isyarat berupa kata-kata sederhana mengenai Pajajaran. Pajajaran akan bangkit kembali. Namun, kebangkitan ini bukanlah kebangkitan biasa, melainkan kebangkitan dalam era peradaban baru yang lebih sempurna. Tata nilai dan sistem budaya Sunda akan mengalami rekonstruksi, kembali ke fitrah aslinya. Hal ini menguatkan pandangan bahwa Sunda adalah Pajajaran, dan Pajajaran adalah Sunda. Dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Wangsit Siliwangi menyiratkan bahwa Sunda akan menjadi pusat rekonstruksi peradaban manusia secara global. Kebangkitan Sunda akan bersifat universal, global, holistik, dan suci. Dengan demikian, Sunda diharapkan mampu memimpin dunia menuju keadilan dan kesejahteraan umat manusia.

Di bawah kendali pecut budak angon dan budak janggotan, masyarakat Sunda dapat hidup harmoni dengan memegang teguh prinsip silih asah, silih asih, dan silih asuh sebagai cerminan dari kemurnian ajaran Siliwangi yang sejati.

Kebangkitan Sunda dalam pandangan saya, bukan hanya soal individu, tetapi merupakan kesadaran kolektif. Dunia akan memandang Sunda sebagai induk generasi sekaligus pusat peradaban. Inilah sebabnya mengapa petunjuk dalam wangsit tersebut harus diperhatikan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Karena hanya dengan menjalankan ajaran tersebut, kita dapat mewujudkan harapan besar ini.

Untuk menyongsong kebangkitan Sunda, saya mengingatkan kembali masyarakat Tatar Sunda agar memahami dengan seksama petunjuk-petunjuk leluhur. Kita harus menjaga kesucian diri, menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sunda. Termasuk mempersiapkan diri menyambut kebangkitan peradaban Sunda yang luhur. Hanya dengan cara itu kita akan mampu mewujudkan kejayaan Sunda dalam panggung dunia, sebagaimana yang telah digariskan dalam wangsit leluhur.

*Penulis adalah Sultan Patrakusumah VIII, Trust Of Guarantee Phoenix Ina 18, dan Pegiat Cagar Budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *