Berita Utama

Kasus Gugurnya 3 Polisi di Lampung, dari Mana Asal Senjata yang Dipakai Tersangka?

×

Kasus Gugurnya 3 Polisi di Lampung, dari Mana Asal Senjata yang Dipakai Tersangka?

Sebarkan artikel ini
Tiga polisi yang gugur dalam tugas saat penggerebekan judi sabung ayam di Lampung. (Ist)
Tiga polisi yang gugur dalam tugas saat penggerebekan judi sabung ayam di Lampung. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Puspom TNI telah menetapkan Kopda B sebagai pelaku penembakan saat penggerebekan judi sabung ayam di Lampung. Namun, kasus penembakan yang menewaskan tiga anggota polisi di Lampung oleh Kopda B terus menjadi sorotan. Salah satu pertanyaan besar yang muncul adalah asal usul senjata api yang digunakan pelaku.

Berdasarkan keterangan dari Mabes TNI, senjata yang digunakan oleh Kopda B bukanlah senjata organik TNI. Wakil Sementara (Ws) Danpuspom TNI, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Eka Wijaya Permana, mengungkapkan bahwa senjata tersebut adalah buatan pabrik, namun dengan beberapa bagian yang telah dimodifikasi.

“Ada bagian yang campuran, jadi bukan murni pabrikan,” ujar Mayjen Eka Wijaya Permana dalam konferensi pers di Polda Lampung, Selasa, 25 Maret 2025.

Pemeriksaan awal oleh Denpal (Detasemen Peralatan) TNI AD menunjukkan bahwa senjata tersebut merupakan kombinasi dari beberapa jenis, yaitu laras FNC dengan bagian lain yang diduga berasal dari SS1. Dugaan sementara menyebutkan bahwa senjata tersebut adalah rakitan dan tidak standar pabrikan.

“Senjata yang digunakan sudah diperiksa oleh denpom (detasemen polisi militer). Berdasarkan hasil pemeriksaan, senjata tersebut diduga merupakan senjata rakitan dengan spesifikasi campuran,” kata Mayjen Eka Wijaya Permana.  

Untuk memastikan asal usul senjata tersebut, barang bukti akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium forensik, baik di TNI maupun Mabes Polri. Selain itu, akan dilakukan uji balistik di Pindad untuk mengetahui jenis peluru yang digunakan dan mencocokkannya dengan selongsong peluru yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

Penemuan senjata ini menjadi salah satu poin penting dalam pengungkapan kasus penembakan ini. Pihak berwenang akan terus menyelidiki bagaimana Kopda B mendapatkan senjata tersebut dan motif di balik tindakannya.

Kasus penembakan ini terjadi saat petugas kepolisian melakukan penggerebekan arena judi sabung ayam di Register 44 Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Lampung. Insiden ini menewaskan tiga anggota polisi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *