KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Gelam, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat malam.
Insiden tragis ini melibatkan Kereta Api Penataran relasi Surabaya-Malang yang menghantam sebuah mobil hingga terseret sejauh 100 meter.
Peristiwa memilukan ini menambah daftar panjang korban jiwa di perlintasan sebidang yang tidak memiliki pengamanan resmi di wilayah Sidoarjo.
Table of Contents
Kronologi Kecelakaan Kasun Asal Mojokerto
Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Candi, Kompol Septiawan Adi Prihantono, kecelakaan bermula saat mobil yang dikemudikan oleh Heru Siswanto tiba-tiba berhenti cukup lama tepat di atas rel.
Seorang penumpang bernama Bagus Budiman sebenarnya sudah menyadari bahaya dan sempat keluar dari kendaraan sambil mengajak pengemudi untuk menyelamatkan diri.
Namun, sang pengemudi yang diketahui menjabat sebagai Kepala Dusun di Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, tetap bertahan di dalam kabin karena berusaha menghidupkan kembali mesin mobilnya yang mati.
Nahas, karena jarak Kereta Api Penataran dengan lokomotif CC 2061346 sudah terlalu dekat, tabrakan hebat pada sisi kanan mobil tidak dapat dihindarkan.

