Misalnya, para pengunjung kini dapat mengikuti workshop membuat alat musik bambu seperti angklung dan calung, atau belajar menenun tikar bambu secara langsung dari pengrajin lokal.
Harmoni Tradisi dan Modernitas
Rekonstruksi Kampung Pasundan Cisamaya bukan sekadar menghadirkan suasana tempo dulu, tetapi juga menjadi media edukatif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
Di tengah gempuran modernisasi, tempat ini menjadi ruang alternatif untuk menyeimbangkan nilai-nilai tradisional dengan perkembangan zaman.
Pada tahun 2025 ini, pengelola juga telah menambahkan berbagai program interaktif seperti Sunda Cultural Camp, festival budaya tahunan, serta kolaborasi dengan komunitas pelestari budaya dari berbagai daerah.
Fasilitas penginapan berbasis eco-lodge, kafe tematik Sunda, dan area pameran produk UMKM lokal juga terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.***

