Melihat ke belakag, perseteruan terkait dualisme kepemimpinan di tubuh Kadin berawal dari Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub yang digelar sejumlah anggota pada Sabtu (14/9) di Hotel St Regis, Jakarta. Munaslub tersebut menggulingkan Arsjad Rasjid dan mengangkat Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin yang baru. Arsjad dinilai melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART Kadin, terutama terkait posisinya dalam tim pemenangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam Pemilu 2024.
KADIN JAWA BARAT
Dualisme kepemimpinan Kadin Pusat berimbas ke Jawa Barat. Saat ini, ada dua kepemimpinan Kadin di Jabar, yang pertama Ketua Kadin hasil Muprov pertengahan Oktober 2024 lalu yang diketuai Almer Faiq Rusydi. Almer merupakan produk ketua Kadin Pusat versi Arsyad Rasjid dan ketua sementara Agung Suryamal Sutisna versi hasil kepengurusan Anindya Bakrie.
Dua duanya sama sama mengakui memiliki legalitas masing-masing. Dualisme kepengurusan ini terjadi sebagai imbas dari ketidaksabaran sejumlah pengurus untuk memaksakan diri menyelenggarakan Muprov tgl 15 Oktober lalu. Padahal para senior Kadin Jabar, mulai dari Ketua Kehormatan, Dewan Pertimbangan dan sejumlah senior lain sudah meminta agar pelaksanaan Muprov diundur setelah pelantikan Prabowo menjadi RI 1.
