KITAINDONESIASATU.COM – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluas dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi yang sebelumnya lebih banyak terlihat pada pembelian Pertalite, kini juga mulai terjadi pada layanan Pertamax dan solar.
Kepadatan kendaraan terpantau di sejumlah wilayah, mulai dari Puger, Jambearum, Pakusari, Patrang, Kencong hingga Jombang. Antrean bahkan di beberapa lokasi memanjang hingga mendekati badan jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
Situasi tersebut mulai terlihat sejak Minggu, 30 Agustus 2026. Warga harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM, terutama pada jam-jam tertentu ketika permintaan meningkat.
Kemacetan Banyuwangi Berdampak pada Distribusi BBM Jember
Pertamina Patra Niaga sebelumnya menyebut penyaluran Pertalite di Jember tetap berjalan. Antrean disebut berkaitan dengan peningkatan konsumsi masyarakat pada waktu tertentu. Namun, distribusi BBM menuju wilayah Tapal Kuda kemudian menghadapi tantangan setelah terjadi kemacetan panjang di kawasan Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Kemacetan yang mencapai sekitar 12 hingga 15 kilometer tersebut membuat mobil tangki Pertamina kesulitan bergerak. Di sekitar Integrated Terminal Tanjung Wangi, kendaraan hanya dapat berjalan beberapa menit sebelum kembali berhenti cukup lama.
Dampaknya, perjalanan mobil tangki menuju Bondowoso dan Situbondo yang biasanya membutuhkan sekitar 8 hingga 10 jam meningkat menjadi 15 hingga 23 jam. Pada 4 September 2026, sekitar 10 mobil tangki dilaporkan masih terdampak kondisi tersebut.
Untuk menjaga pasokan, Pertamina menyiapkan skema alih distribusi hingga 584 kiloliter. Sebagian pasokan dialihkan melalui Malang, sementara volume lainnya melalui Integrated Terminal Surabaya dengan dukungan distribusi estafet dari beberapa wilayah.





