Serangan balasan tersebut menyasar instalasi militer AS dan Israel, menyebabkan kerusakan signifikan dan memperpanjang ketegangan di kawasan. Selat Hormuz sempat ditutup sebagai bagian dari strategi pertahanan Iran.
Gencatan senjata sementara selama dua minggu berhasil ditengahi Pakistan pada 8 April 2026.
Mediasi ini membuka ruang negosiasi di Islamabad. Iran menyampaikan rencana sepuluh poin yang mencakup penarikan pasukan AS, pencabutan sanksi, serta isu kontrol atas Selat Hormuz.
Meski pembicaraan berlangsung intens selama 21 jam, delegasi Iran kembali ke Teheran tanpa kesepakatan penuh karena kurangnya kepercayaan terhadap posisi Amerika Serikat.
Hingga kini, situasi di Selat Hormuz dibuka kembali untuk kapal komersial masih dipantau ketat.
Abbas Araqchi menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz gencatan senjata ini bersifat sementara dan mengikuti koordinasi dengan pihak militer Iran.
Dunia internasional berharap langkah ini dapat meredakan ketegangan dan menstabilkan harga minyak global yang sempat melonjak akibat konflik.***




