Salah satu prasyarat penting bagi Iran untuk menerima gencatan senjata sementara adalah penghentian senjata di semua lini, termasuk Lebanon.
Pernyataan itu menyebut rezim Zionis melanggar kesepakatan sejak awal dengan serangan brutal terhadap Lebanon dan Hizbullah.
Dengan desakan Iran, rezim Zionis akhirnya menerima gencatan senjata di Lebanon.
Jika gencatan senjata dihormati di semua front, Selat Hormuz bisa dibuka secara sementara dan bersyarat hanya untuk kapal komersial — bukan kapal militer atau kapal dari negara musuh.
Pembukaan itu tetap berada di bawah kendali dan otorisasi Angkatan Bersenjata Iran, serta mengikuti rute yang ditentukan Teheran.
Iran menegaskan bahwa sebagian besar dukungan logistik bagi pangkalan militer AS di Teluk Persia melewati Selat Hormuz. Hal itu dianggap ancaman bagi keamanan nasional.
Oleh karena itu, Teheran bertekad mempertahankan pengawasan dan kontrol penuh hingga perang berakhir.
Kontrol tersebut dilakukan dengan meminta informasi lengkap dari setiap kapal yang melintas, menerbitkan sertifikat transit sesuai aturan masa perang, serta memungut biaya untuk keamanan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan.

