KITAINDONESIASATU.COM – Lebaran Idul Fitri merupakan momen yang penuh kebahagiaan dan syukur bagi umat Islam di seluruh dunia.
Di Indonesia, perayaan Lebaran Idul Fitri ini tidak lengkap tanpa kehadiran dua hidangan ikonik: ketupat dan opor ayam.
Kedua makanan ini telah menjadi simbol tradisi yang melekat kuat dalam budaya masyarakat Indonesia.
Mari kita telusuri alasan di balik identitas ketupat dan opor ayam saat Lebaran.
Sejarah Ketupat
Ketupat, yang terbuat dari beras yang dibungkus dalam anyaman daun kelapa (janur), memiliki akar sejarah yang kaya.
Konon, ketupat berasal dari Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 dan menjadi hidangan istimewa yang disajikan pada perayaan tertentu.
Nama “ketupat” sendiri berasal dari kata “tupat,” yang berarti nasi yang dimasak dalam anyaman daun.
Ketupat juga memiliki makna simbolis dalam konteks Lebaran.
