KITAINDONESIASATU.COM – Pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan setelah indeks saham dan nilai tukar rupiah melemah di tengah sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap status pasar modal tanah air. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengakui, pengumuman MSCI menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar.
MSCI menyoroti posisi pasar modal Indonesia yang berpotensi turun kelas dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Perubahan status tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pelaku pasar karena berkaitan dengan penilaian MSCI terhadap pasar saham Indonesia.
Airlangga mengungkapkan, pengumuman tersebut datang lebih cepat dari perkiraan pemerintah. Sebelumnya, MSCI diperkirakan baru menyampaikan laporan terkait pasar modal Indonesia pada November 2026. Namun, perkembangan itu justru diumumkan pada Oktober.
“Tentu ada akibat daripada pengumuman MSCI. Tapi pengumuman MSCI itu merupakan suatu hal yang lebih cepat daripada ekspektasi,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).





