Berita Utama

ICW Desak Penghentian Program MBG Akibat Banyak Keracunan Makanan

×

ICW Desak Penghentian Program MBG Akibat Banyak Keracunan Makanan

Sebarkan artikel ini
Cianjur Geger, Puluhan Siswa Keracunan Diduga Usai Santap MBG, Bupati Beri Pernyataan
Cianjur Geger, Puluhan Siswa Keracunan Diduga Usai Santap MBG, Bupati Beri Pernyataan / Ilustrasi

KITAINDONESIASATU.COM – Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak pemerintah untuk segera menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul serangkaian kasus keracunan makanan yang dialami siswa di berbagai daerah. Peneliti ICW, Dewi Anggraeni, menyatakan insiden keracunan ini menunjukkan buruknya tata kelola dan lemahnya pengawasan dalam proyek ambisius tersebut.

“Ketimbang semakin kisruh ke depannya dan terus memakan korban, lebih baik program MBG dihentikan dari saat ini,” ujar Dewi dikutip Jumat (25/4/2025). Ia menyoroti kasus terbaru di Cianjur, di mana puluhan siswa dari dua sekolah mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di beberapa daerah lain, menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan dan kualitas makanan yang disajikan. ICW menilai, pemerintah terkesan terburu-buru dalam menjalankan program ini tanpa persiapan dan pengawasan yang memadai.

Dewi menambahkan, fokus pemerintah seharusnya adalah mengevaluasi secara menyeluruh mekanisme pelaksanaan MBG, termasuk standar gizi, keamanan pangan, dan sistem distribusi. ICW khawatir, jika program ini terus dilanjutkan tanpa perbaikan signifikan, akan semakin banyak siswa yang menjadi korban.

Keracunan makanan terkait MBG sebelumnya terjadi di Pandeglang (Banten), Batang (Jawa Tengah), Sukoharjo (Jawa Tengah), Sumba Timur, Sulawesi Tenggara dan lainnya. Para siswa merasakan mual dan pusing usai menyantap MBG yang disediakan pemerintah.

ICW menilai anggaran program MBG bisa dialihkan untuk program-program lain yang terbukti lebih efektif dalam meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *