KITAINDONESIASATU.COM – Puluhan warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat peduli lingkungan di Kabupaten Bengkulu Utara melayangkan desakan keras kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Mereka menuntut pengusutan tuntas atas dugaan perambahan hutan lindung yang kian masif terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Aksi perambahan ini disinyalir telah merusak ratusan hektare kawasan hutan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air. Warga melaporkan adanya pembukaan lahan secara ilegal yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu untuk dijadikan perkebunan monokultur berskala besar.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan ancaman bencana ekologis seperti banjir bandang dan tanah longsor yang menghantui pemukiman di hilir.
“Kami melihat alat berat masuk dan tegakan pohon hutan mulai hilang. Jika ini dibiarkan, sumber air kami akan mengering dan saat hujan tiba, kami tinggal menunggu bencana datang. Kami mendesak pemerintah jangan tutup mata,” ujar perwakilan warga saat ditemui di lokasi, Rabu (4/3/2026).
Hal senada disampaikan Koalisi Selamatkan Bentang Seblat di Bengkulu. Dari data yang didapat, selama kurun waktu awal 2024 hingga Oktober 2025 setidaknya seluas 1.585 hektare hutan habitat gajah Sumatera di Provinsi Bengkulu telah berubah menjadi perkebunan dan juga ditambah dengan konsesi beberapa perusahaan kehutanan.
Supintri Yohar, perwakilan dari Yayasan Auriga mengatakan, lokasi perambahan yang diduga menggunakan alat berat ini merupakan habitat utama gajah Sumatera yang berada dalam areal Hutan Produksi (HP) Air Rami dan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Lebong Kandis yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
“Ada perubahan tutupan hutan secara masif di habitat kunci gajah Sumatera dalam dua tahun terakhir ini dengan luas mencapai 1.585 hektare,” kata Supintri beberapa waktu lalu kepada wartawan.
Hasil analisis citra sentinel hingga awal Oktober 2025, tutupan hutan alam menjadi lahan terbuka seluas 1.585 hektare di antaranya pembukaan dalam kawasan HP Air Rami tahun 2024 seluas 270 ha dan pada tahun tahun 2025 sekitar 560 ha. Lalu HPT Lebong Kandis tahun 2024 seluas 397 hektare dan pembukaan tahun 2025 seluas 358 hektare.

