KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah ancaman perubahan iklim dan berkurangnya ruang hijau, Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya memperluas kawasan hijau melalui pembangunan hutan kota di seluruh kecamatan mulai tahun 2026. Langkah strategis ini digagas langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang terinspirasi dari keberhasilan satu keluarga warga Bogor merawat alam secara mandiri.
Inspirasi itu datang saat Rudy meninjau Hutan Organik milik keluarga Hj. Rosita di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung. Hutan seluas 30 hektar tersebut berhasil disulap dari lahan tandus menjadi kawasan hijau produktif selama lebih dari dua dekade.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Danlanud ATS, Camat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor. Di lokasi itu pula Rudy bersama Forkopimda menanam pohon sebagai simbol dimulainya gerakan penghijauan daerah.
“Kami sangat bangga dan terinspirasi. Satu keluarga saja bisa mengubah lahan tandus menjadi hutan hijau produktif. Ini bukti bahwa menjaga alam tidak selalu butuh modal besar, tetapi ketulusan, komitmen, dan kerja keras,” ujar Rudy, dalam keterangan tertulis, Kamis 6 November 2025.
Bupati Bogor menjelaskan, hutan organik tersebut kini tumbuh subur dan memberi manfaat ekologis yang luas – tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Bogor, tetapi juga bagi keseimbangan lingkungan global melalui pasokan oksigen dan fungsi konservasi alam.
“Pemkab Bogor menargetkan setiap kecamatan memiliki hutan kota, luasnya disesuaikan ketersediaan lahan di masing-masing wilayah. Kebijakan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana dan perubahan iklim,” ungkapnya.
Rudy menambahkan, program penghijauan akan dimulai dari kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Ciliwung, Cikeas, Cisadane, dan Cileungsi. Pemerintah, kata dia, harus mencontoh masyarakat yang lebih dulu bergerak menjaga kelestarian lingkungan. Selain menjadi langkah mitigasi bencana, hutan kota juga diharapkan menjadi ruang edukasi dan interaksi sosial masyarakat.
“Kami ingin setiap kecamatan memiliki ruang hijau yang bisa dinikmati warga, menjadi tempat belajar tentang alam, sekaligus menjadi paru-paru kota,” ujarnya.
Rudy menegaskan, keberhasilan keluarga Hj. Rosita menjadi cermin bagi pemerintah untuk terus berbenah dan memperkuat kolaborasi lintas pihak.
“Hari ini kita belajar dari satu keluarga yang menumbuhkan kehidupan di lahan tandus. Semoga semangat ini menular kepada kita semua, untuk menghijaukan Bogor, menjaga keseimbangan alam, dan memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana,” tandas Rudy.
Ia berharap, melalui gerakan penghijauan ini, seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dan mewariskan bumi yang lebih hijau bagi generasi mendatang. (Nicko)




