Berita Utama

Heboh! Sri Mulyani Disebut Agen CIA, Akun Anak Purbaya Digeruduk Netizen

×

Heboh! Sri Mulyani Disebut Agen CIA, Akun Anak Purbaya Digeruduk Netizen

Sebarkan artikel ini
Sri Mulyani Lengser terkena Reshuffle, Simak Riwayat Pendidikan dan Pekerjaan
Sri Mulyani / Instagram @smindrawati

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan baru. Namun, di tengah pergantian ini, jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah unggahan yang menyebut mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai agen CIA.

Unggahan yang beredar luas di platform X (sebelumnya Twitter) itu berasal dari sebuah akun dengan nama yang diduga merupakan anak dari Menkeu Purbaya, Yudo Sadewa. Akun tersebut menyebarkan tuduhan serius dengan narasi bahwa Sri Mulyani adalah “antek asing” yang bekerja untuk kepentingan CIA.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Purbaya Yudhi Sadewa maupun pihak keluarganya terkait akun yang mencatut nama anaknya. Tuduhan ini menambah panasnya dinamika politik setelah perombakan kabinet yang diumumkan kemarin. Unggahan tersebut langsung lenyap saat menjadi viral. Namun netizen terlanjur sudah mengcopy akun Yudo Sadewa yang menjadi sasaran netizen.

Berikut unggahan pemilik akun diduga milik Yudo Sadewa. “Alhamdulillah, ayah ku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri,” demikian postingan Yudo, dikutip dari media sosial Mak Lambe Turah, Selasa (9/9/2025).

Meski belum terkonfirmasi sosok Yudo, namun pernyataan kontroversial ini langsung menuai sorotan warganet karena menilai pengunggah punya perilaku problematik.

Pihak Sri Mulyani juga belum memberikan tanggapan. Namun, tuduhan ini secara cepat dikategorikan sebagai hoaks oleh berbagai pihak. Tuduhan serupa, yang menyangkut-pautkan tokoh publik dengan intelijen asing, bukan kali pertama terjadi di Indonesia dan seringkali digunakan untuk menyerang kredibilitas.

Pihak berwajib dan Kementerian Komunikasi dan Digital diimbau untuk menindaklanjuti penyebaran disinformasi yang merusak reputasi pejabat publik ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *