Berita UtamaNews

Hari Ini Wukuf di Arafah, 200 Ribu Jemaah Haji Indonesia Larut dalam Doa dan Dzikir

×

Hari Ini Wukuf di Arafah, 200 Ribu Jemaah Haji Indonesia Larut dalam Doa dan Dzikir

Sebarkan artikel ini
JEMAAH WUKUF
Dok. Suasana jemaah haji sedang wukuf di Arafah. (Foto: Kemenag)

KITAINDONESIASATU.COM – Pada Kamis, 5 Juni 2025 atau 9 Zulhijjah 1446 H, seluruh jemaah haji asal Indonesia menjalani prosesi wukuf di Padang Arafah, salah satu rukun haji yang paling utama. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Haji itu adalah wukuf di Arafah”, maka pelaksanaan wukuf menjadi penentu sahnya ibadah haji seseorang.

Menariknya, tak hanya jemaah yang sehat, jemaah yang tengah dirawat di rumah sakit Arab Saudi pun difasilitasi untuk mengikuti safari wukuf, yakni proses membawa pasien haji ke Arafah agar tetap dapat menjalani rukun wajib ini.

Wukuf dimulai saat tergelincirnya matahari (waktu Zuhur) hingga terbenamnya matahari pada hari Arafah. Aktivitas utama dalam wukuf adalah berdiam diri, berdoa, dan berdzikir mengharap ampunan dan rahmat Allah SWT.

Di Tenda Misi Haji Indonesia, rangkaian kegiatan wukuf dimulai sejak salat Subuh berjamaah. Setelah itu, dilanjutkan dengan tausiyah bertema “Menyelami Makna dan Hikmah Wukuf” oleh Prof. Dr. Aswadi Syuhada’, MA.

Usai sarapan, jemaah diarahkan untuk memperbanyak ibadah mandiri di tenda masing-masing. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, turut mengingatkan seluruh jemaah agar menjadikan wukuf sebagai momen terbaik untuk memperbanyak doa dan zikir, karena hari Arafah dikenal sebagai waktu paling mustajab untuk memohon kepada Allah.

“Yang harus lakukan jemaa selama wukuf yaitu perbanyak berdoa. Doa kita Insya Allah tidak ditolak Allah Swt, kalau doa itu kita panjatkan di Padang Arafah. Kalau sudah selesai doanya, baca Al-Quran,” kata Menag.

Pukul 10.30- 10.45 WAS, sebelum salat Zuhur, rangkaian acara diawali dengan pembacaan Talbiyah, pembacaan ayat Suci Al-Qur’an oleh KH. Dr. Agus Maarif Lc., MA, dilanjutkan laporan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, lalu sejumlah sambutan oleh Dubes RI untuk Arab Saudi, Kepala Badan Penyelenggara Haji, Kepala Timwas Haji DPR RI, dan sambutan Amirul Hajj Menteri Agama.

Setelah penjelasan tata cara Wukuf, azan Zuhur lalu Khutbah Wukuf yang disampaikan oleh Katib Am PBNU KH. Ahmad Said Asrori, dilanjutkan salat berjamaah Jama’ Qashar Zuhur dan Asar. Bertindak sebabai imam Tg. Dr. Lalu Ahmad Zaenuri Lc., MA. Setelahnya, Dzikir atau Doa Wukuf dipimpin Katib Am PBNU KH. Ahmad Said Asrori.

Salat berjamaah Jama’ Qashar serta khutbah wukuf berlangsung di seluruh tenda jemaah haji Indonesia dipimpin oleh para pembimbing ibadah kloter. Setelah makan siang, jemaah kembali menjalani aktivitas ibadah masing-masing, hingga kemudian bersiap berangkat ke Muzdalifah untuk bermalam (mabit).

Selama wukuf, jemaah haji sakit yang disafariwukufkan dengan ambulan dan bus tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan dan mendapat bimbingan dari pembimbing ibadah. Setelah wukuf, jemaah yang disafariwukufkan dibawa kembali ke rumah sakit atau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah yang telah beroperasi untuk rawat inap jemaah.

Selaian jemaah haji yang disafariwukufkan karena sakit, Petugas Penyelenggara Haji Indonesia(PPIH) menyelenggarakan Safari Wukuf Lansia Khusus. Safari Wukuf Lansia Khusus adalah program yang disiapkan PPIH Arab Saudi untuk memfasilitasi jemaah haji lansia dan disabilitas untuk mengikuti wukuf di Arafah, meski hanya sebentar dan tetap berada di bus.

“Jemaah diberangkatkan menggunakan bus yang disiapkan secara khusus lalu diberangkatkan menuju Arafah menjelang waktu Zuhur. Setelah dirasa cukup mengikuti proses wukuf, jemaah lansia dan disabilitas ini kembali menuju hotel yang disiapkan sebagai tempat transit mereka,” terang Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M Hanafi di Makkah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *