KITAINDONESIASATU.COM – Harga Pi Network kembali mencatatkan penurunan drastis menyusul keputusan Binance yang tidak menyertakan proyek ini dalam program komunitas “Vote to List”.
Penolakan ini tidak hanya mengguncang sentimen pasar, tetapi juga menyulut kekecewaan besar di kalangan komunitas Pi Network yang selama ini dikenal sangat aktif dan masif.
Dalam 24 jam terakhir, harga Pi Coin turun hampir 13% dan menyentuh level $0.53, terendah sepanjang masa menurut data CoinMarketCap per 4 April 2025. Ini menandai koreksi lebih dari 80% sejak all-time high-nya di bulan Februari, ketika sempat menyentuh $2.981.
Penolakan dari Binance Komunitas Pi Coin Kecewa Berat
Program “Vote to List” dari Binance merupakan inisiatif komunitas yang memungkinkan pengguna memilih proyek kripto yang akan mendapatkan listing di exchange terbesar dunia itu. Namun dalam dua putaran terakhir, Pi Coin sama sekali tidak masuk ke daftar token yang bisa dipilih, meskipun memiliki basis pengguna global yang sangat luas.
Sebaliknya, Binance justru memilih token dari proyek-proyek yang dinilai lebih kecil dalam hal eksposur dan komunitas, termasuk token bertema game dan DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Networks) seperti Grass, Morpho, dan Aethir.
Ketidakhadiran Pi Coin dari daftar pilihan memunculkan banyak spekulasi. Banyak anggota komunitas mempertanyakan kriteria seleksi Binance, dan menganggap keputusan ini sebagai bentuk pengabaian terhadap proyek dengan salah satu komunitas terbesar di dunia kripto.
Harga Pi Network Terjun Bebas
Sejak menembus level tertinggi di Februari 2025, Pi Coin telah kehilangan lebih dari 80% nilai pasarannya. Kini, harga berada di kisaran $0.53 – $0.54, turun hampir 13% dalam 24 jam terakhir.
Penurunan harga ini diperparah oleh menurunnya partisipasi dalam ekosistem Pi Network. Data menunjukkan bahwa tingkat mining Pi Coin mengalami koreksi 1.18%, yang menandakan semakin banyak pengguna yang mulai meninggalkan proyek ini atau menahan aktivitasnya.
Tekanan jual besar-besaran dan kurangnya katalis positif dari sisi pengembangan teknis atau adopsi institusional membuat harga Pi Coin kian sulit untuk bangkit.
Masalah Fundamental Mainnet Belum Dibuka
Salah satu alasan utama mengapa Binance dan bursa kripto lainnya mungkin enggan melisting Pi Coin adalah karena proyek ini belum membuka akses penuh ke open mainnet.
Sejak peluncurannya beberapa tahun lalu, Pi Network masih dalam fase tertutup, di mana pengguna hanya bisa melakukan transaksi dalam ekosistem terbatas dan tidak bisa memperdagangkan Pi Coin secara bebas di pasar terbuka.
Kondisi ini membuat status hukum dan teknis dari Pi Coin masih abu-abu, yang bisa jadi menjadi alasan Binance memilih untuk menghindarinya, meskipun tidak memberikan pernyataan resmi terkait hal ini.
Komunitas Besar, Tapi Kurang Dukungan Exchange
Menariknya, Pi Network memiliki komunitas pengguna yang sangat aktif di berbagai negara, termasuk Indonesia, Filipina, Nigeria, dan India. Namun besarnya komunitas belum tentu diikuti oleh kepercayaan dari institusi keuangan atau exchange besar.
Dalam dunia kripto yang kompetitif, dukungan dari bursa besar seperti Binance bisa menjadi penentu utama sukses atau tidaknya sebuah proyek. Sayangnya, hingga saat ini Pi Coin belum mendapatkan dukungan resmi dari satu pun exchange utama.
Tanpa adanya kerja sama strategis atau pengumuman besar dari tim inti Pi Network, potensi pertumbuhan harga atau adopsi pengguna secara luas akan sangat terbatas.
Apakah Pi Network Masih Punya Harapan?
Dari sisi teknikal, Pi Coin masih memiliki potensi rebound jangka pendek. Resistance utama berada di sekitar $0.71. Jika mampu menembus level ini, ada peluang terjadinya pergerakan naik menuju zona psikologis berikutnya di $0.90 – $1.00.
Namun potensi ini sangat bergantung pada katalis eksternal, seperti pengumuman kerja sama dengan exchange besar, pembukaan open mainnet, atau roadmap pengembangan proyek yang lebih jelas.
Untuk saat ini, tren jangka menengah hingga panjang masih bearish. Volume perdagangan yang stagnan, partisipasi komunitas yang mulai melemah, dan absennya roadmap konkret menjadi hambatan besar bagi kebangkitan Pi Coin.
Risiko bagi Investor: Spekulasi Tinggi, Fundamental Lemah
Investor jangka pendek mungkin bisa mencoba strategi scalping atau swing trading memanfaatkan volatilitas tinggi Pi Coin. Namun bagi investor jangka panjang, risiko investasi pada Pi Coin tergolong tinggi, mengingat:
- Belum adanya listing resmi di exchange besar.
- Roadmap pengembangan yang belum transparan.
- Sentimen pasar yang negatif pasca penolakan Binance.
- Komunitas yang mulai kehilangan kepercayaan.
Tanpa adanya perubahan signifikan dari sisi pengembangan proyek dan strategi komunikasi tim Pi Network, harga Pi Coin bisa semakin terpuruk atau stagnan di harga bawah.
Masa Depan Pi Coin Masih Penuh Tanda Tanya
Penolakan dari Binance menjadi pukulan telak bagi masa depan Pi Coin. Harga anjlok, sentimen komunitas memburuk, dan ekspektasi terhadap proyek ini mulai memudar. Tanpa langkah besar dari tim inti atau dukungan eksternal, Pi Coin berisiko kehilangan relevansinya di tengah persaingan ketat pasar kripto.
Bagi kamu yang masih menyimpan Pi Coin, penting untuk memantau perkembangan proyek ini secara aktif. Evaluasi kembali strategi investasimu dan pastikan keputusan yang diambil berdasarkan data dan analisis, bukan sekadar hype komunitas.
Pi Coin masih memiliki peluang untuk bangkit, tetapi jalan menuju pemulihan membutuhkan transparansi, komitmen, dan kejelasan dari tim pengembang, serta keterlibatan aktif dari komunitas dan bursa global.
