Setelah bekerja di kapal pesiar dan Amerika Serikat, Hamzah kembali ke Jogja untuk mengembangkan bisnis keluarga.
Pada tahun 1976, ia membuka toko batik bernama Mirota Batik yang kemudian berubah menjadi Hamzah Batik setelah toko tersebut terbakar pada 2004.
Hamzah Batik kini menjadi pusat oleh-oleh khas Jogja yang terkenal.
Selain bisnis, Hamzah aktif di dunia seni, khususnya tari dan akting.
Perannya sebagai Raminten di ketoprak komedi membuatnya dikenal luas dan menjadi ikon budaya Jogja. Warung makan The House of Raminten yang ia dirikan pun menjadi destinasi wisata kuliner yang populer.
Ucapan Duka dan Penghormatan
Melalui akun Instagram resmi, pihak keluarga dan pengelola usaha Hamzah menyampaikan rasa duka cita mendalam. Mereka mengucapkan terima kasih atas cinta dan dedikasi Hamzah dalam melestarikan budaya Jawa serta semangatnya yang menginspirasi banyak orang.
“Sosok yang telah membangun, memperjuangkan, dan membesarkan nama Raminten Cabaret Show telah berpulang. Langit Jogja malam ini ikut bersedih meneteskan jutaan air mata mengiringi kepergiannya. Selamat jalan, cinta kami,” tulis akun @ramintencabaret.
Hamzah Sulaeman atau Raminten adalah sosok legendaris yang meninggalkan jejak mendalam di dunia seni dan bisnis Yogyakarta.


