Berita UtamaNasional

Gempa M6,0 Guncang Laut Banda Malam Ini, Getarannya Sampai Kupang

×

Gempa M6,0 Guncang Laut Banda Malam Ini, Getarannya Sampai Kupang

Sebarkan artikel ini
Gempa M6,0 guncang Laut Banda.
Gempa M 6,5 guncang Kepulauan Seribu pada Sabtu 12 September 2026. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM –  Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Laut Banda pada Jumat (11/9) malam. Gempa yang berdasarkan pemutakhiran BMKG berkekuatan Magnitudo 6,0 tersebut getarannya terasa hingga Kota Kupang dan sejumlah wilayah di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.

Guncangan dilaporkan dirasakan warga di sejumlah daerah, mulai dari Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), hingga Malaka.

Di Kota Kupang, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah dan sensasinya disebut menyerupai getaran akibat truk yang melintas. Sejumlah benda ringan juga dapat ikut bergoyang.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, mengatakan gempa terjadi pada pukul 18.56.24 WIB.

Hasil analisis terbaru BMKG mencatat gempa berkekuatan M6,0 dengan kedalaman 148 kilometer. Episenter berada di koordinat 7,58 derajat Lintang Selatan dan 129,14 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut sekitar 162 kilometer timur laut Maluku Barat Daya.

Meski guncangannya terasa hingga wilayah Pulau Timor, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan.

Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi menengah yang berkaitan dengan aktivitas subduksi di Laut Banda.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Berdasarkan peta estimasi tingkat guncangan (shakemap), intensitas IV MMI tercatat di Amahai, Maluku Tengah, serta Damer dan Pulau-Pulau Babar, Maluku Barat Daya.

Sementara itu, intensitas III MMI dirasakan di Kota Saumlaki dan Kota Tiakur.

Hingga pukul 19.15 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG menyatakan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas kegempaan maupun kemungkinan gempa susulan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *