Korban Terus Bertambah, Puskesmas Over Kapasitas
Jumlah korban awalnya diperkirakan sekitar 30 orang, namun dalam hitungan jam membengkak drastis. Asep Surahman, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Garut, mengonfirmasi bahwa lebih dari 80 siswa telah dirawat di Puskesmas Kadungora dan Leles, dengan kemungkinan total mencapai ratusan orang.
Sayangnya, Puskesmas Kadungora hanya memiliki kapasitas rawat inap 50 tempat tidur, sementara lebih dari 73 pasien harus ditampung. Akibatnya, banyak korban terpaksa dirawat di lorong, selasar, bahkan lobi puskesmas karena tidak ada ruang tersisa.
Untuk mengatasi krisis ini, sebagian pasien dirujuk ke Puskesmas Leles dan Rumah Sakit Nurhayati. “Kami belum bisa memberikan data resmi karena proses pendataan masih berlangsung,” kata Asep Surahman.
Fakta Baru dan Valid
Berdasarkan temuan awal dari tim surveilans Dinkes Garut, semua korban mengonsumsi susu kemasan merek “NutriSekolah” batch #MBG-GRT-0925, yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lokal.
Sampel susu telah dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Bandung untuk uji mikrobiologi dan kimia. Hasil awal menunjukkan indikasi kontaminasi bakteri Enterotoxigenic E. coli, penyebab umum keracunan susu olahan.
