Bukan hanya soal musik, tetapi juga tentang kenangan yang melekat pada lagu-lagu lama tersebut.
“Di sini bukan mendengarkan musik, tapi mendengarkan sesuatu lewat bunyi. Sesuatu itu tentang kenangan masa lalu, sesuatu itu tentang kampung halaman, sesuatu itu tentang pertemuan-pertemuan sekarang yang sudah selesai, yang mungkin mengingatkan pertemanan di zaman itu,” ungkap Aris Setiawan, dosen Jurusan Etnomusikologi Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.
Tarif Manggung
Hal lain yang membuat OM Lorenza terus jadi perhatian, karena grup ini tidak mematok tarif mahal.
OM Lorenza mematok tarif manggung yang terbilang cukup terjangkau.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, mereka memungut biaya sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta untuk satu kali penampilan di dalam kota Sukoharjo.
Sedangkan sedangkan tarif manggung di luar kota menyesuaikan dengan jarak tempuh.
OM Lorenza adalah bukti bahwa dangdut klasik masih memiliki tempat di hati masyarakat dan mampu bersaing di era modern.


