Berita UtamaSepakbolaSport

Erling Haaland Bersinar Melawan Brentford, Pep Guardiola Cetak Rekor Kemenangan ke-250

×

Erling Haaland Bersinar Melawan Brentford, Pep Guardiola Cetak Rekor Kemenangan ke-250

Sebarkan artikel ini
Pep Guardiola Erling Haaland
pelatih Man United Pep Guardiola dan Erling Haaland foto: ig @premierleague

KITAINDONESIASATU.COM – Ada yang menarik dalam laga Liga Inggris menampilkan Manchester City (Man City) vs Brentford, selain bersinarnya Eling Haaland yang unggul lebih awal dengan sekor 1-0 Senin, 6 Oktober 2025 dini hari WIB.

Di sisi lain Pelatih Pep Guardiola juga mencetak rekor 250 kemenangan di Liga Inggris setelah hanya memimpin Man City dalam 349 pertandingan.

Sementara Sir Alex Ferguson menjadi orang tercepat kedua yang mencapai tonggak sejarah ini, dengan 404 pertandingan.

Sedangkan Arsene Wenger membutuhkan 423 pertandingan untuk mencapai 250 kemenangan di liga.

Sehingga Rasio kemenangan Guardiola adalah 71,6%, tertinggi dalam sejarah Liga Inggris, jauh melampaui nama-nama lain seperti Ferguson (65,2%) dan Antonio Conte (62,9%).

Dalam pertandingan itu sendiri Man City bertandang ke Brentford di pekan ke-7 Liga Inggris 2025-2026.

Tim tuan rumah bermain defensif dengan formasi 5-4-1, namun, mereka tak mampu bertahan lama melawan kekuatan Erling Haaland.

Umpan-umpan dari rekan-rekannya kurang menguntungkan, tetapi striker Norwegia itu mampu bersaing dengan Ajer dan melepaskan tembakan yang tak terbendung di menit ke-8.

Di musim di mana semua pesaing memiliki masalahnya masing-masing, Man City masih memiliki dasar untuk mengincar gelar Liga Inggris ketujuh bersama Guardiola.

Musim ini, mereka memang tidak memiliki banyak bintang seperti sebelumnya, tetapi masih penuh potensi, untuk menjadi yang terbaik.

Kehadiran Erling Haaland, dengan performa impresifnya saat ini, merupakan jaminan kuat bagi ambisi untuk bersaing memperebutkan gelar juara Liga Inggris.

Satu-satunya gol yang dihasilkan Haaland merupakan bola dari Josko Gvardiol, striker Norwegia ini menggunakan kekuatan dan kecepatannya untuk melewati Sepp van den Berg dan Nathan Collins, lalu dengan gemilang menaklukkan Caoimhin Kelleher.

Meski begitu, Man City musim ini belum sesempurna seperti sebelumnya, kemenangan atas Brentford menjadi contoh rapuhnya tim Guardiola.

Mereka mendominasi babak pertama, tetapi di babak kedua, lawan mereka bangkit dan menekan, Man City tetap berhasil membawa pulang tiga poin karena Brentford kurang tenang di momen-momen krusial ini.

Sementara Keith Andrews tidak mungkin menjadi manajer pertama yang mengalahkan Man Utd dan Man City secara beruntun sejak Gerry Francis dari Tottenham pada tahun 1996.

Pada musim 2022-2023 ketika Man City meraih treble, hanya Brentford asuhan Thomas Frank yang mampu mengalahkan mereka berdua, namun Andrews dan anak didiknya tidak mampu mengulangi prestasi tersebut. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *