Berita Utama

Enam tahun Sudah Warga Lebakgedong Korban Bencana Alam Tinggal di Huntara

×

Enam tahun Sudah Warga Lebakgedong Korban Bencana Alam Tinggal di Huntara

Sebarkan artikel ini
huntara lebakgedong
SUdah berjalan enam tahun ini warga Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, tinggal di Hunian Sementara. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM-Nasib warga Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, yang menjadi korban bencana alam tahun 2020 yang akan dibangunkan hunian tetap (Huntap) semakin tidak jelas.

Ketidakjelasan tersebut , membuat warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lebakgedong, menggalang dana atau donasi di depan Kantor Bupati Pandeglang, kemarin, guna membangun Huntap.

Zaenudin pemuda Lebakgdong mengatakan, penggalangan dana dilakukan lantaran tidak ada kepastian dari pemerintah yang menjanjikan akan membagun huntap. “Jadi, warga sudah muak dengan janji pemerintah, makanya kita berinisiatif melakukan open donasi untuk meringankan beban pemerintah,” ungkap Zaenudin, kemarin.

Miris sekalai kalau melihat para korban bencana alam sebanyak 221 Kepala Keluarga(KK) sudah enam tahun tinggal di hunian sementara (huntara) yang terbuat dari terpal.

“Kasian warga, mereka terkatung-katung tinggal di gubuk selama enam tahun, sementara melihat warga Bogor sudah punya Huntap, jalan bagus. Ini akibat saling lempar tanggung jawab dari pemerintah,” tegas Zaenudin.  

Masih kata Zaenudin, nantinya hasil open donasi akan digunakan untuk kebutuhan pemerataan lahan termasuk sewa alat berat. “Sebagian lagi kita gunakan untuk beli  solar, sewa alat berat, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Mengenai lahan, lanjut Zaenudin, sudah disiapkan pemerintah seluas 5,4 hektare. Akan tetapi, belum dilakukan pemerataan. “Lahan sudah ada, cuma itu juga belum dikerjakan. Makanya kita open donasi, mau digarap,” ujarnya. 

Dia juga tidak membantah bahwa lahan tersebut sudah digarap. “Minggu kemarin memang digarap, tapi hanya dibersihkan. Itu pun katanya tidak ada anggaran lagi,” kata Zaenudin.

Dengan adanya ruang open donasi, Zaenudin berharap ada uluran tangan bersama untuk membangun Huntap Lebakgedong. Sebab, pemerintah seperti menganggap sepele soal nasib warga yang saat ini masih tinggal di huntara. “Mudah-mudahan ada jalannya, dan dimudahkan. Karena kami merasakan bahwa pemerintah seperti menganggap biasa saja. Sementara yang jauh dikejar, yang dekat dilewati,” katanya. 

Zaenudin menambahkan, donasi diperbolehkan dalam bentuk uang maupun barang. Terlebih, perolehan yang didapat open donasi nantinya akan di-update. “Nanti kita update ke media, misalnya dapatnya berapa. Intinya kami mohon doa dan dukungannya agar huntap warga Lebakgdong bisa secepatnya dibangun,” tandasnya.

Sementara, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menuding Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov) Banten tidak jelas dalam menangani korban bencana alam di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak. 

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Sukanta. “Tidak jelas,” ujarnya, usai mengikuti rapat koordinasi pembahasan Huntara Lebakgedong, di Gedung DPRD Lebak.

Sukanta menyatakan, pihaknya sudah mengusulkan surat permohonan dari Bupati kepada Pemprov Banten, terkait cut and fill atau pematangan lahan. Namun hingga kini Pemkab Lebak belum mendapatkan jawaban terkait surat yang diusulkan tersebut.  “Sampai hari ini surat itu belum ada jawaban, satu Minggu lalu lah. Ini kan nggak jelas. Kita mah sudah nunggu-nunggu dari Provinsi, tapi mau sampai kapan kita nunggu, kasian masyarakat,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *