Berita UtamaNews

Dulu Baghdad, Kini Nusantara! Menag Nasaruddin Serukan Kebangkitan Intelektual Islam Asia Tenggara

×

Dulu Baghdad, Kini Nusantara! Menag Nasaruddin Serukan Kebangkitan Intelektual Islam Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar
Menteri Agama Nasaruddin Umar (Dok. Kemenag)

Menag menegaskan bahwa Indonesia, Malaysia, dan Singapura harus memperkuat kolaborasi keilmuan dan spiritual untuk membangun Islam yang moderat, maju, dan berdaya saing global.

“Kita perlu membangun martabat Islam tidak hanya melalui politik, tapi juga lewat pengetahuan dan integrasi peradaban,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menyoroti pentingnya masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. Ia mencontohkan langkah Kementerian Agama yang mengembangkan program Masjid Berdaya Berdampak (MADADA), membantu ribuan UMKM melalui pinjaman tanpa bunga (qardhul hasan).

“Selain menjadi tempat ibadah, masjid kini bertransformasi menjadi pusat sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ungkapnya.

Menag juga menyoroti prestasi Masjid Istiqlal yang menjadi masjid pertama di dunia dengan sertifikat Green Building dari IFC Bank Dunia, berkat penerapan efisiensi energi dan daur ulang air wudu.

Forum MABIMS 2025 sendiri menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, termasuk program Semanis MABIMS Seharum Serantau yang menekankan penguatan peran masjid dan pengembangan ekonomi umat lintas negara anggota: Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Menag menutup sambutannya dengan harapan agar Asia Tenggara menjadi cerminan wajah Islam yang damai, ilmiah, dan berperadaban tinggi.  “Dulu Baghdad jadi simbol ilmu pengetahuan. Kini, giliran kita yang menyalakan lentera peradaban Islam dari Asia Tenggara,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *