Berita UtamaNews

Dukung Swasembada Pangan, Titiek Soeharto Pimpin Kunjungan Kerja Komisi IV di Sukoharjo

×

Dukung Swasembada Pangan, Titiek Soeharto Pimpin Kunjungan Kerja Komisi IV di Sukoharjo

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 11
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, meninjau program pompanisasi di Kabupaten Sukoharjo. (Foto: Puntho/vel-dpr.go.id)

KITAINDONESIASATU.COM – Siti Hediati Soeharto, yang dikenal sebagai Titiek Soeharto, memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi IV ke Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu (13/11/2024). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau pelaksanaan program pompanisasi yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Titiek Soeharto. –Ketua Komisi IV DPR RI– menekankan bahwa meningkatkan produksi padi melalui optimalisasi lahan dan peningkatan Indeks Pertanaman Padi di lahan sawah merupakan langkah strategis menuju pencapaian swasembada pangan.

“Air adalah faktor penting dalam meningkatkan produksi padi. Oleh karena itu, pengelolaan air yang baik sangat diperlukan, termasuk melalui infrastruktur irigasi dan pemanfaatan pompa air dalam program pompanisasi,” ujar Titiek seperti ditulis Parlementaria pada Kamis, 14 November 2024.

Baca Juga  Waspada Panas dan Potensi Hujan Ringan di Jakarta, Jumat 10 Oktober

Dalam kesempatan tersebut, Titiek menyatakan bahwa program pompanisasi terbukti memberikan manfaat yang besar bagi petani, terutama saat musim kemarau.

BACA JUGA: DPR RI Minta PBB Usir Israel karena Kekejaman di Timur Tengah

Anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut menjelaskan bahwa Komisi IV meninjau program pompanisasi di Sukoharjo dan menyatakan bahwa, berdasarkan laporan dari Kepala Dinas dan kelompok tani, program ini sangat membantu.

Ia menambahkan bahwa selama musim kemarau panjang yang biasanya membatasi petani hanya bisa menanam satu kali, kini mereka bisa menanam hingga dua atau tiga kali, yang menunjukkan efektivitas dari program pompanisasi ini.

Baca Juga  Optimistis Swasembada Pangan Tahun 2027 Bakal Terwujud

Titiek juga menyoroti pentingnya debit air sungai yang stabil sebagai sumber air untuk pompanisasi.

“Jika debit air sungai mencukupi pada musim kemarau, air bisa dialirkan hingga ke sawah-sawah yang jauh. Ini memastikan ketersediaan air di seluruh lahan pertanian,” tambahnya.

Selain itu, Titiek menerima usulan petani terkait tambahan tandon air yang memungkinkan distribusi air ke daerah lebih jauh melalui sistem gravitasi.

Titiek juga merespons permintaan bibit dari para petani, dengan mengimbau mitra kerja Komisi IV seperti Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, dan ID Food untuk menindaklanjutinya.- ***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *