Berita UtamaHukum

DPR Desak Bongkar Dalang Serangan Air Keras Aktivis KontraS, Dugaan Keterlibatan Intelijen Bikin Publik Merinding

×

DPR Desak Bongkar Dalang Serangan Air Keras Aktivis KontraS, Dugaan Keterlibatan Intelijen Bikin Publik Merinding

Sebarkan artikel ini
Profil Andrie Yunus
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, korban penyiaran air keras.(Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus brutal penyiraman air keras terhadap aktivis HAM kembali memanas. Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti di pelaku lapangan dan segera membongkar aktor intelektual di balik serangan terhadap Andrie Yunus.

Desakan keras ini mencuat setelah fakta mengejutkan terungkap: empat terduga pelaku disebut merupakan anggota BAIS TNI. Situasi ini langsung memicu kegelisahan publik dan memunculkan pertanyaan besar—siapa sebenarnya dalang di balik aksi keji ini?

Mafirion memperingatkan, jika aparat hanya fokus pada eksekutor, maka penegakan hukum tak lebih dari menyentuh permukaan tanpa pernah mengurai akar masalah yang sesungguhnya. Ia pun menekankan pentingnya mengungkap siapa yang memerintah dan apa motif di balik serangan tersebut.

Di sisi lain, ia tetap mengapresiasi langkah TNI yang berani membuka keterlibatan anggotanya. Namun, ia menegaskan proses hukum tidak boleh mandek di situ saja.

“Keadilan sejati hanya tercapai jika pusat kendalinya berhasil dibongkar,” tegasnya.

Lebih jauh, Mafirion menyebut keterlibatan oknum intelijen dalam serangan terhadap pembela HAM sebagai alarm keras bagi demokrasi Indonesia. Ia bahkan mencurigai adanya pola sistematis untuk membungkam suara kritis melalui teror terorganisasi.

Menurutnya, jika negara gagal mengungkap tangan-tangan tersembunyi di balik kasus ini, maka kepercayaan publik terhadap komitmen perlindungan HAM akan semakin runtuh. Ia pun mendesak hukuman berat bagi para pelaku sebagai efek jera.

“Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa. Aparat harus berani mengungkap siapa yang memerintah, membiayai, dan diuntungkan. Jika dalangnya tak terungkap, publik berhak curiga, ada apa di balik diamnya kekuasaan?,” pungkasnya tajam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *