KITAINDONESIASATU.COM – Dari sekitar 120 proposal yang diajukan dari berbagai negara, dan hanya 21 yang terpilih, yakni salah satunya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dari Indonesia yang lolos. Alhasil, Dosen ITS, Prof Heri Kuswanto, meraih pendanaan riset iklim senilai Rp6,9 miliar dari lembaga riset independent Inggris, Advanced Research and Invention Agency (ARIA).
Proposal yang diajukan Prof Heri Kuswanto berjudul Towards Robust and Unbiased Validation of SAI Simulations (TRUSS): Advancing Ensemble Calibration for Reliable Geoengineering Impact Analysis.
Penelitan akan fokus pada pengembangan metode validasi model iklim yang lebih akurat, yakni menyoroti teknologi Stratospheric Aerosol Injection (SAI).
‘’Selama ini penilaian SRM masih menggunakan rata-rata data simulasi, padahal keragaman antar model sangat tinggi, dan ini menyebabkan hasil yang bias,’’ ujar Prof Heri, dalam keterangannya, Senin, 19 Mei 2025.
Maka, untuk mengatasi permasalahan tersebut, Prof Heri Kuswanto, mengembangkan konsep TRUSS dengan pendekatan statistic Bayesian Model Averaging (BMA), serta dukungan algoritma machine learning seperti XGBoost.
Penelitian TRUSS akan berlangsung selama tiga tahun, yang difokuskan kawasan Indonesia dan Asia Tenggara. Prof Heri nantinya dibantu oleh pakar iklim global Dr Daniela Visioni dari Cornell University, AS, dan Dr Matthew Henry dari Inggris.
Selain ity, juga dibantu oleh dua dosen Statiska ITS serta lima mahasiswa dari bidang informatika dan statistika. (*)

