KITAINDONESIASATU.COM – Bulan Dzulhijjah, salah satu bulan suci dalam kalender Hijriah, kembali menyapa umat Islam di seluruh dunia. Selain ibadah haji dan kurban, puasa Dzulhijjah menjadi amalan istimewa yang sangat dianjurkan. Terutama puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah, memiliki keutamaan yang luar biasa, yakni menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Bagi umat Muslim yang berkesempatan menjalankan puasa Dzulhijjah, niat yang tulus adalah kuncinya. Niat puasa sunnah ini bisa diucapkan dalam hati, cukup dengan kesadaran bahwa puasa ini dilakukan karena Allah SWT.
Umumnya, niat puasa sunnah tidak harus diucapkan secara lisan, namun jika ingin diucapkan, bisa dengan lafaz: “Nawaitu shauma Dzulhijjati sunnatan lillahi ta’ala” (Saya niat puasa Dzulhijjah sunnah karena Allah Ta’ala).
Saat berbuka puasa, doa yang paling umum adalah: “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika aftartu birahmatika ya arhamar rahimin” (Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang paling penyayang).
Puasa Dzulhijjah adalah kesempatan emas untuk meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kemudahan untuk melaksanakan ibadah ini dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

