KITAINDONESIASATU.COM-Siswa-siswi SMKS Al Anshor Legok, Kabupaten Tangerang, resah akan masa depan mereka. Pemicunya, sudah tiga bulan ini kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut berhenti.
Kepala Seksi SMK dan SKh Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tangerang, Maksis Sakhabi, membenarkan adanya stagnasi belajar mengajar di SMKS Al Anshor
Kata Maksis berdasarkan laporan yang diterima, kegiatan belajar mengajar terhenti lantaran banyak guru yang resign dari sekolah mkarena selema 8 bulan tidak digaji
“Kami akan mencari kebenaran informasi dari laporan yang kami terima, karena selama ini pihak sekolah telah menganggarkan honor guru dari dana BOS,” katanya, kemarin.
Selain itu, dalam laporan para siswa juga meminta untuk dimutasi dari SMKS Al Anshor usai adanya permasalahan ini.
Menurut Maksis, mutasi bisa dilakukan jika ada persetujuan dari sekolah asal ke sekolah tujuan. Akan tetapi, dalam kasus ini administrasi siswa-siswi di SMKS Al Anshor terdampak lantaran pimpinan yayasan dan kepala sekolah tidak diketahui keberadaannya.
“Sebenarnya, urusan mutasi itu pad aprinsipnya dilakukan antara sekolah asal dan sekolah tujuan. Namun, di SMK Al-Anshor ini terjadi stagnasi kepemimpinan, karena kepala sekolahnya tidak diketahui keberadaannya. Ini tentu berdampak pada proses administrasi siswa yang ingin mutasi,” katanya.
Maksis menegaskan, pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan ke-2 untuk kepala sekolah dan manajemen, termasuk wakil kepala sekolah, bagian kurikulum hingga kesiswaan.
“Kalau surat pemanggilan ke-3 ternyata tidak hadir juga, maka kami akan memberikan sanksi kepada manajemen sekolah, sanksi terburuknya yaitu penonaktifan sekolah tersebut,” katanya.
Gedung SMKS Al Anshor yang terdiri dari dua tingkat, kondisinya memperihatinkan. Atap bolong, jamur hingga bau lembab menguar di hampir seluruh kelas. (*)



