Operasi militer ini telah berdampak pada banyak wilayah Lebanon, terutama wilayah selatan, Bekaa, dan pinggiran selatan Beirut—kawasan dengan konsentrasi korban sipil Lebanon tertinggi.
Data Kemanusiaan Terkini
Per 8 Maret 2026, sekitar 517.000 warga Lebanon terdaftar sebagai pengungsi akibat eskalasi konflik.
Dari jumlah tersebut, 117.228 orang menetap di 538 shelter resmi.
Data ini menegaskan bahwa pengungsi Beirut dan sekitarnya menghadapi kerentanan tinggi, terutama ketika shelter berada di zona rawan serangan Israel Lebanon.
Proporsi Korban Rentan
Laporan ReliefWeb mencatat bahwa anak-anak dan perempuan mewakili proporsi signifikan dari total korban sipil Lebanon sejak eskalasi Maret 2026.
Fakta ini memperkuat urgensi perlindungan khusus bagi pengungsi Beirut, termasuk di lokasi-lokasi seperti Ramle al-Bayda yang seharusnya menjadi zona aman.

