KITAINDONESIASATU.COM – Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus berjuang menghadapi dampak masif dari bencana banjir bandang dan tanah longsor (atau galodo) yang melanda sejak Kamis (27/11). Hingga Sabtu pagi ini, data korban jiwa yang tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, merilis pembaruan data terbaru per Jumat (28/11) pukul 20.00 WIB, mencatat total 86 orang meninggal dunia. Sementara itu, jumlah warga yang masih belum ditemukan (hilang) dilaporkan mencapai 88 orang.
Korban meninggal tersebar di lima kecamatan, dengan korban terbanyak berada di Kecamatan Palembayan, khususnya Nagari Salareh Aia, yang mencatat 74 korban jiwa akibat terjangan air bah. Sejumlah korban juga ditemukan di Kecamatan Malalak, Tanjung Raya, dan Matur.
Di tengah upaya evakuasi yang sulit akibat tebalnya lumpur yang mencapai hampir satu meter, ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. BPBD Agam melaporkan sekitar 2.500 warga telah mengungsi di berbagai lokasi yang disediakan pemerintah nagari dan posko pengungsian sementara.
Para pengungsi ini sangat membutuhkan bantuan logistik, terutama makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi masih berpotensi menyebabkan longsor susulan. Tim gabungan SAR masih terus berjuang mencari puluhan korban hilang di wilayah terdampak paling parah.(*)

