KITAINDONESIASATU.COM – Jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat meningkat menjadi 177. Demikian update terbaru yang disampaikan badan pemadam kebakaran Korea Selatan.
Setidaknya 177 orang – 84 wanita, 82 pria, dan 11 orang lainnya yang jenis kelaminnya tidak dapat diidentifikasi. Petugas darurat menyelamatkan dua orang, keduanya anggota kru, ke tempat yang aman.
Petugas kesehatan mengatakan mereka dalam keadaan sadar dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa.
Sementara itu, Geoffrey Thomas, –editor Airline News– menyatakan bahwa pesawat Boeing 737-800 memiliki rekam jejak keselamatan yang sempurna.
Menurutnya, pesawat ini adalah salah satu yang paling populer di dunia, dengan frekuensi penerbangan mencapai 4-5 kali per hari.
Oleh karena itu, insiden kecelakaan pesawat Jeju Air dengan tipe Boeing 737-800 di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12/2024), menjadi hal yang mengejutkan.
“Pesawat ini sangat andal dan telah beroperasi selama 20 tahun. Semua orang tahu cara mengoperasikannya,” ungkap Thomas, dikutip dari CNN.
Ia juga menekankan bahwa perawatan pesawat di Korea Selatan termasuk yang terbaik di dunia. Insiden tersebut terjadi dalam kondisi cuaca cerah, sehingga semakin menimbulkan tanda tanya.
Dugaan Penyebab Kecelakaan
Penyebab awal kecelakaan diduga karena masalah pada roda pendaratan yang tidak berfungsi. Namun, Thomas mengatakan hal itu belum dapat dipastikan.
Thomas menyebut bahwa belum dapat dipastikan apakah roda pendaratan gagal beroperasi saat mendarat atau jika ada masalah lain, dan hal ini akan menjadi fokus utama penyelidikan.
Sementara itu, Mary Schiavo, mantan Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS, menduga salah satu mesin pesawat bisa saja mati atau indikator pesawat tidak berfungsi.
Ia juga menyebut bahwa pilot mungkin mencoba melakukan “go-around,” yaitu manuver membatalkan pendaratan untuk memastikan roda pendaratan berfungsi.
“Masalah pada lampu indikator mungkin menjadi penyebab ketidakpastian apakah roda telah turun atau belum,” jelasnya.
Tanggapan Boeing
Boeing, produsen pesawat tersebut, menyatakan telah berkomunikasi dengan Jeju Air terkait kecelakaan penerbangan 2216.
“Kami sedang bekerja sama dengan Jeju Air dan siap memberikan bantuan. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta para penumpang dan awak pesawat,” ujar perusahaan dalam pernyataannya yang dikutip dari Yonhap News Agency.
Hingga saat ini, penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan masih berlangsung.
Sumber: The Guardian

