KITAINDONESIASATU.COM– Wali Kota Dedie A. Rachim ngeresmikan Taman Kreasi Olah Sampah Terintegrasi alias Takesi di Mutiara Bogor Raya (MBR), Katulampa, Sabtu 26 April 2025 kemarin. Tempat ini bukan cuma buat ngolah sampah, tapi juga jadi spot edukasi dan ekonomi kreatif.
Dedie bilang, Takesi ini bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam ngurusin sampah. “Ini bentuk nyata dari sinergi, kolaborasi, partisipasi, serta semangat warga untuk bisa menangani dan mengelola sampah dari rumah masing-masing di wilayahnya,” katanya, dalam pesan tertulisnya, Minggu 27 April 2025.
Di sini, sampah dipilah dari rumah, terus diangkut dan diproses. Sampah organik diubah jadi pakan maggot dan ayam, sementara yang anorganik dipilah sesuai nilainya.
Dengan luas 1.300 meter persegi, Takesi bisa ngolah 1,7 ton sampah dari 900 kepala keluarga setiap harinya. Nggak cuma itu, tempat ini juga jadi destinasi belajar, bahkan pernah dikunjungi delegasi dari Finlandia.
Sejak 2023, Takesi kerja bareng WWF dalam program Plastic Smart Cities. Bogor jadi satu dari enam kota di dunia yang terhubung dengan sistem PBB buat penanganan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Denni Wismanto, bilang konsep TPST 3R MBR bakal dikembangin ke 30 lokasi lain. Tujuannya? Biar pengelolaan sampah makin oke dan lingkungan makin bersih. (Nicko/Yo)



