Berita UtamaNews

Bocah Perempuan 5 Tahun Tewas Diduga Usai Jadi Korban Rudapaksa

×

Bocah Perempuan 5 Tahun Tewas Diduga Usai Jadi Korban Rudapaksa

Sebarkan artikel ini
TKP gadis 5 Tahun

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang bocah perempuan berusia 5 tahun diduga menjadi korban rudapaksa orang terdekatnya. Bocah malang yang kesakitan itu pun tewas usai menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit.

AG, gadis malang yang menghembuskan nafas terakhirnya diduga akibat luka berat dibagian kemaluan dan anusnya. Pelakunya diduga adalah orang terdekat yang selama ini tinggal bersamanya di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Ketua RT tempat tinggal korban, Zaelani mengatakan, dugaan kasus rudapaksa itu terjadi ketika AG yang tinggal bersama neneknya itu mengeluhkan sakit ketika buang air kecil dan buang air besar. “Karena kesakitan, akhirnya itu anak dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo untuk diobati,” katanya, Jumat (6/12).

Ketika dilakukan pemeriksaan, kata Zaelani, ternyata diketahui alat kelamin dan anusnya robek dan mengalami luka berat. Pihak rumah sakit pun langsung melakukan perawatan dengan menyuruhnya menjalani rawat inap.

“Namun karena kondisi lukanya yang berat, kesehatannya semakin menurun dan akhirnya pada Rabu (4/12) itu anak meningal dunia,” ujar Zaelani.

Mengetahui kematian yang tak wajar, sambung Zaelani, polisi pun datang ke rumah korban sekaligus membawa korban ke RS Polri Kramat Jati untuk melakukan visum. “Kasian itu anak, biasa juga sering terlibat main bareng teman-temannya, ujar ketua RT.

Terkait kejadian tersebut, Kapolsek Pasar Rebo, Kompol Rihold Sihotang membenarkan kasus AG yang diduga meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar saat menjalani perawatan di RSUD Pasar Rebo.

Namun karena kasus menyangkut anak penanganan dilakukan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, bukan Unit Reskrim Polsek Pasar Rebo.

“Kejadiannya ada. Tapi yang tangani sekarang Polres Metro Jakarta Timur, Unit PPA-nya. Pihak keluarga korban sudah melaporkan kasus ke Polres Jakarta Timur,” ujar Rihold. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *