KITAINDONESIASATU.COM – Data terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (1/1/2026) menunjukkan skala kerusakan yang sangat masif akibat rentetan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra. Tercatat sedikitnya 213.000 unit rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga hilang terseret arus.
Demikian dilaporkan Mendagri Tito Karnavian kepada Presiden Prabowo dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis 1 Januari 2025. “Ini data yang disampaikan BNPB terakhir. Datanya bergerak, dinamis,” ujarnya.
Bencana yang dipicu oleh intensitas hujan ekstrem sejak akhir tahun lalu ini berdampak paling parah di Provinsi Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat. Selain ribuan hunian yang hancur, infrastruktur vital seperti jembatan antarkota dan puluhan titik jalan lintas Sumatra juga terputus, menghambat distribusi bantuan logistik ke lokasi pengungsian.
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya menginstruksikan Kementerian PU untuk segera memulai fase rehabilitasi. Fokus utama pemerintah saat ini adalah membangun hunian sementara (huntara) yang layak bagi ratusan ribu warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Proses verifikasi data kerusakan harus cepat agar anggaran perbaikan segera cair. Kita pastikan tidak ada warga yang terbengkalai di tenda pengungsian terlalu lama,” tegas Presiden. Upaya pemulihan ini diperkirakan akan memakan waktu hingga satu tahun ke depan.(*)
