Meski demikian, Ardhasena mengingatkan bahwa potensi hujan lokal tetap bisa terjadi, khususnya di wilayah-wilayah tertentu yang diperkirakan mengalami musim kemarau dengan sifat di atas normal.
“Iklim global tidak menunjukkan pengaruh ekstrem seperti tahun 2023, sehingga kemarau kali ini diprediksi tidak sekering tahun lalu yang sempat memicu kebakaran hutan di berbagai daerah,” tegas Ardhasena.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat dan Pemerintah Daerah
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk:
-Menghemat penggunaan air bersih,
-Mengantisipasi kekeringan lahan pertanian,
-Mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan,
-Memantau informasi cuaca secara berkala dari BMKG.
Musim kemarau 2025 akan berada dalam kondisi iklim normal, dengan puncaknya terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.
Tanpa pengaruh signifikan dari fenomena El Nino maupun La Nina, BMKG memperkirakan musim ini lebih ringan dibanding tahun sebelumnya.


