Sejumlah komentar menyebut kebijakan tersebut menjijikkan, seksis, dan mencerminkan standar ganda dalam ruang publik.
Sebagian warganet menyatakan tidak keberatan dengan aturan berpakaian sopan di tempat usaha, namun menilai seharusnya larangan berlaku untuk semua pelanggan tanpa pengecualian gender.
Usulan pun bermunculan agar aturan ditulis secara netral, seperti meminta semua pengunjung menutupi pakaian renang mereka.
Namun, tidak semua pihak menolak kebijakan tersebut. Ada pula yang membela pemilik usaha, dengan alasan setiap bisnis berhak menetapkan aturan sesuai kenyamanan mereka.
Beberapa membandingkannya dengan kewajiban berpakaian sopan di tempat ibadah atau ruang budaya tertentu.
Meski begitu, sejumlah perempuan mengaku larangan semacam ini justru membuat mereka enggan berkunjung ke kafe tersebut, terlebih karena lokasinya berada di kawasan pantai.

