Farhan juga mengingatkan agar sekolah tidak memberikan tekanan kepada siswa untuk mengikuti study tour demi mempertahankan nilai atau kehadiran .
“Yang penting jangan ada tekanan. Jangan sampai siswa merasa harus ikut agar nilainya aman, atau supaya tidak dianggap absen. Ini soal memperluas wawasan, bukan kompetisi akademik,” ujarnya.
Latar Belakang Surat Edaran Dedi Mulyadi
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan surat edaran yang membatasi pelaksanaan study tour hanya dalam wilayah provinsi. Alasannya adalah untuk menghindari pemborosan dan beban ekonomi bagi orang tua siswa.
Beberapa kasus menunjukkan bahwa orang tua terpaksa berutang atau menjual barang berharga demi membiayai keberangkatan anak mereka dalam kegiatan study tour.
Kota Bandung: Kota Pendidikan yang Terbuka
Farhan menegaskan bahwa Kota Bandung sebagai pusat pendidikan dan budaya, harus tetap terbuka terhadap mobilitas serta kegiatan pendidikan yang bermanfaat bagi siswa.
“Bandung ini kota terbuka. Masuk boleh, keluar pun boleh,” kata dia.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, terutama orang tua dan guru yang melihat study tour sebagai cara efektif untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa di luar kelas.***


