KITAINDONESIASATU.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Majalengka, Jawa Barat, pasca Lebaran 2026 memicu rentetan bencana yang bikin warga waswas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 25 titik longsor terjadi dalam satu malam.
Bencana ini menyebar di 11 desa, dengan wilayah Kecamatan Lemahsugih menjadi titik paling parah terdampak.
Begitu laporan masuk dari desa dan relawan, BPBD langsung bergerak cepat melakukan kaji cepat di lapangan untuk memetakan dampak dan kebutuhan mendesak warga.
Situasi makin mencekam karena tak hanya longsor yang terjadi. Pergerakan tanah, banjir bandang di Desa Margajaya, hingga rumah warga yang tersambar petir di Desa Sinargalih ikut memperparah kondisi.
BPBD mengingatkan bahwa wilayah selatan Majalengka memang dikenal rawan longsor, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
Material longsor sempat menutup sejumlah jalan desa, membuat aktivitas warga terhambat. Tim gabungan pun dikerahkan untuk membersihkan material menggunakan alat berat di beberapa titik krusial.
Penanganan darurat dilakukan bersama TNI-Polri dan dinas terkait, mulai dari pembersihan hingga penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Meski bencana terjadi beruntun, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. (*)
