KITAINDONESIASATU.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia memicu kabut asap pekat. Bencana ekologis ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga dan mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga melumpuhkan sektor transportasi udara nasional secara signifikan.
Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak 2.458 penerbangan dari dan menuju 29 bandara di Indonesia terpaksa mengalami gangguan. Gangguan tersebut didominasi oleh penundaan jadwal (delay), pengalihan rute penerbangan (divert), hingga pembatalan keberangkatan (cancel) demi menjamin keselamatan angkutan udara.
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, jumlah penerbangan terdampak bertambah 437 dalam empat hari, dari sebelumnya 2.021 penerbangan pada Selasa 13 Oktober 2026. Dari total penerbangan terdampak, sebanyak 1.324 penerbangan dibatalkan atau ditunda, sedangkan 1.080 mengalami keterlambatan (delay).
Jarak pandang yang merosot tajam di bawah batas aman navigasi penerbangan menjadi penyebab utama terganggunya operasional maskapai. Asap tebal mereduksi visibilitas secara ekstrem di beberapa wilayah terdampak, sehingga pilot tidak dapat melakukan pendaratan maupun lepas landas secara aman.
Otoritas bandara bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau pergerakan kabut asap serta sebaran titik panas (hotspot).
Pemerintah mengimbau maskapai penerbangan untuk mengutamakan keselamatan penumpang serta meminta masyarakat di wilayah terdampak agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Tim gabungan hingga kini masih terus berupaya memadamkan titik api di lokasi karhutla.(*)





