KITAINDONESIASATU.COM – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa aliran modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik mencapai Rp 52,99 triliun sepanjang tahun 2025. Data tersebut dihimpun hingga pekan ketiga bulan Agustus, menunjukkan investor asing masih cenderung menarik dananya di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Direktur Komunikasi BI, Ramdan Denny, Minggu 24 Agustus 2025 mengungkapkan bahwa total aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia telah mencapai Rp 52,99 triliun secara neto. Nilai rupiah pun tertekan menjadi Rp 16.300 per dollar AS.
“Berdasarkan data setelmen s.d. 21 Agustus 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp52,99 triliun di pasar saham dan Rp85,83 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp71,63 triliun di pasar SBN,” katanya. Pergerakan ini mencerminkan sikap kehati-hatian investor dalam menempatkan dananya pada aset berisiko.
Deputi Gubernur BI menyatakan bahwa keluarnya modal asing ini dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian global, terutama terkait arah kebijakan moneter bank sentral di negara maju dan kekhawatiran resesi.
BI memastikan akan terus melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menjaga daya tarik pasar keuangan domestik.

