KITAINDONESIASATU.COM – Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak dini hari berdampak serius pada layanan transportasi publik. Sebanyak 28 rute Transjakarta, yang mencakup Mikrotrans, angkutan integrasi, hingga layanan BRT, terpaksa dialihkan dan diperpendek rutenya pada Kamis pagi akibat banjir dan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik ibu kota.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan penyesuaian dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang dan armada.
“Akibat hujan deras, genangan air, serta kemacetan di beberapa wilayah Jakarta, layanan Transjakarta pagi ini mengalami penyesuaian operasional,” ujarnya.
Sejumlah rute BRT dan angkutan integrasi yang terdampak antara lain Koridor 10 (PGC 2–Tanjung Priok), Rute 1M (Blok M–Meruya), dan 3E (Sentraland Cengkareng–Puri Kembangan).
Tak hanya itu, belasan rute Mikrotrans juga ikut dialihkan, di antaranya JAK 02, JAK 05, JAK 08, JAK 09, JAK 100, JAK 102, JAK 105, JAK 118, JAK 27, JAK 30, JAK 37, JAK 39, JAK 50, JAK 53, JAK 56, JAK 58, JAK 59, hingga JAK 71.
Gangguan juga terjadi pada rute JAK 86, JAK 89, dan JAK 90, sementara beberapa rute lain seperti JAK 22, JAK 40, dan JAK 85 harus diperpendek lintasannya.
Bahkan, satu rute Mikrotrans, JAK 112 (Terminal Tanah Merah–Pulogadung), dihentikan sementara akibat kondisi yang tidak memungkinkan.
Tak berhenti di situ, Transjakarta juga mencatat keterlambatan layanan di sejumlah kawasan rawan genangan, seperti Petukangan–kolong Tol JORR, Cawang Sentral–Halim, serta Pulo Nangka arah Monas, yang berdampak pada berbagai koridor dan rute pengumpan.
“Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami terus memantau kondisi lapangan agar layanan bisa kembali normal secepat mungkin,” tutur Ayu. (*)


