Berita Utama

TRAGIS! Balita 2,5 Tahun Ditemukan Meninggal Tenggelam di Sungai Petung Pasuruan

×

TRAGIS! Balita 2,5 Tahun Ditemukan Meninggal Tenggelam di Sungai Petung Pasuruan

Sebarkan artikel ini
Balita Tewas Tertinggal di Mobil Saat Spanyol Dilanda Panas Ekstrem, Warga Berduka
Balita Tewas Tertinggal di Mobil Saat Spanyol Dilanda Panas Ekstrem

KITAINDONESIASATU.COMSeorang balita berinisial MA (2,5) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Petung, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Rabu (11/3/2026) siang.

Peristiwa tragis ini diduga terjadi karena korban terlepas dari pengawasan orang tuanya saat bermain di sekitar rumah.

Kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika ibu korban menyadari anaknya tidak lagi berada di dalam rumah.

Kecurigaan muncul setelah ia mendapati pintu belakang rumah dalam kondisi terbuka. Menyadari hal tersebut, keluarga segera melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Namun upaya pencarian awal yang dilakukan keluarga tidak membuahkan hasil. Warga sekitar kemudian ikut membantu melakukan penyisiran di area sekitar rumah hingga ke aliran Sungai Petung yang berada tidak jauh dari lokasi.

Sekitar pukul 11.17 WIB, tubuh korban akhirnya ditemukan mengapung di sisi utara jembatan Sungai Petung.

Seorang warga yang turut membantu pencarian awalnya melihat benda mencurigakan yang mengambang di permukaan air sebelum memastikan bahwa benda tersebut adalah tubuh balita.

Warga yang berada di lokasi kemudian segera mengevakuasi korban dari sungai. Namun saat diangkat ke daratan, korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Petugas dari Polsek Bugul Kidul bersama warga selanjutnya membawa jenazah korban ke RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal serta keterangan saksi, pihak kepolisian menduga korban terjatuh sendiri ke sungai tanpa diketahui orang tuanya.

Polisi juga menilai insiden tersebut kemungkinan terjadi karena kurangnya pengawasan terhadap korban.

Meski demikian, keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukannya autopsi.

Jenazah balita tersebut kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *